Liburan seru di tanah Batak
Beberapa bulan yang lalu yaitu pada bulan desember, saya
pergi berlibur dengan anak saudara saya yang berasal dari pihak ibu ke
daerah-daerah yang banyak di-diami halak Batak.
Saya dan keluarga
saya memang sudah terbiasa berpergian antar pulau dengan menaiki kendaraan
mobil. Begitu juga kali ini, perjalanan saya dimulai dari kota Siantar menuju
ke sebuah kota kecil yang letaknya lumayan jauh. Selama di kota ini, saya dan
sanak saudara menginap di sebuah hotel yang lumayan nyaman. Pemandangan di
sekitar hotel pun begitu indah dengan pemandangan sekitar yaitu persawahan
hijau dan udara yang sejuk. Saya pun mengambil beberapa foto saya dengan latar
belakang pemandangan indah itu.
Keesokan paginya, kami harus sudah bersiap-siap untuk
melanjutkan perjalanan kami menuju ke desa kecil kampung halaman kakek saya.
Kami pergi kesana dalam rangka berziarah ke makam kedua orangtua dari ibu saya
yang telah wafat.
Selama perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan
yang begitu indah seperti persawahan, pegunungan, lembah, sungai dan lain-lain,
namun yang paling membuat saya takjub adalah adanya belerang di daerah
bukit-bukitnya, bahkan ada air terjun belerang juga.
Nah, karena kampung yang saya tuju berada di atas
pegunungan, maka harus menempuh perjalanan lagi meski tidak terlalu jauh. Dapat
melalalui kendaraan maupun berjalan kaki. Jalanannya setapak dan agak sempit
jadinya hanya muat 1 mobil saja. Jalanannya tanjakan pula jadi menurut saya
sangat beresiko apalagi di sisi kanan dan kiri adalah dataran rendah yang
curam.
Begitu sudah sampai di kampung, disana ada beberapa rumah
warga, tak terlalu banyak, hanya ada kurang lebih puluhan rumah saja.
Rumah-rumahnya pun sederhana dan terkesan seperti memang di desa.
Setibanya disana, keluarga kami sudah ditunggu dan
disambut oleh sanak saudara yang merupakan penduduk desa itu. Di sana sudah
berjejer beraneka ragam makanan khas Batak termaksud b2 (babi) yang menjadi
favorit semua orang. Kami semua pun makan-makan dengan lahap.
Ke esokan paginya, kami semua berangkat pergi menuju ke
tempat pemakaman di desa. Kami berjalan kaki karena memang dekat saja jaraknya
dari rumah. Tak lupa membawa karangan bunga yang segar untuk ditancap maupun
ditaburi di atas tanah makam kedua nenek dan kakek saya. Sehabis menabur bunga
kami pun tak lupa untuk berdoa syafaat kepada Tuhan mengungkapkan bahwa kami
telah ikhlas atas kepergian kakek dan nenek kami serta berdoa mengucap syukur
atas segala berkat yang telah Tuhan berikan kepada kami, sama saja seperti doa
saat ibadah biasa.
Yang paling menarik menurut saya adalah pemandangan di
sekeliling itu benar-benar luar biasa indahnya, bahkan awan pun dapat terlihat
didepan mata sangking tingginya letak desa ini diatas gunung. Tak lupa saya dan
saudara-saudara saya yang lainnya berfoto-foto ria. Saya memotret pemandangan
sekitar dan saya juga selfie disana, bahkan saya sampai memotret puluhan kali.
Tak lupa saya dan saudara-saudara saya juga berfoto bersama.
Keesokan harinya, kami sekeluarga turun ke kota untuk
menuju ke kawasan danau toba di daerah Prapat. Perjalanan menuju kesana lumayan
memakan waktu yang lama.
Sesampainya di hotel tempat kami menginap, saya dan
saudara saya langsung berkeliling hotel dan melihat-lihat pemandangan sekitar
danau toba yang berada dibelakang hotel. Yang paling tak dilupakan adalah tentu
saja berrfoto-foto ria lagi sampai memori hp saya penuh juga. Bahkan saya dan
saudara-saudara saya berenang di kawasan pinggir danau toba saat sore harinya.
Keesokan harinya lagi saya dan keluarga saya bermain
jet-ski. Karena mengendarai jet-ski itu susah dan saya tak bisa, maka saudara
saya yang cowok yang mengendarainya dan saya hanya duduk dibelakangnya. Ini
benar-benar pengalaman pertama saya yang benar-benar menegangkan sekaligus
mengasyikan.
Sesudah itu, kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami
ke kota Siantar saat sore harinya.
THE END



