Selasa, 16 Agustus 2016

Liburan seru di tanah Batak

Liburan seru di tanah Batak


Beberapa bulan yang lalu yaitu pada bulan desember, saya pergi berlibur dengan anak saudara saya yang berasal dari pihak ibu ke daerah-daerah yang banyak di-diami halak Batak.

                              Saya dan keluarga saya memang sudah terbiasa berpergian antar pulau dengan menaiki kendaraan mobil. Begitu juga kali ini, perjalanan saya dimulai dari kota Siantar menuju ke sebuah kota kecil yang letaknya lumayan jauh. Selama di kota ini, saya dan sanak saudara menginap di sebuah hotel yang lumayan nyaman. Pemandangan di sekitar hotel pun begitu indah dengan pemandangan sekitar yaitu persawahan hijau dan udara yang sejuk. Saya pun mengambil beberapa foto saya dengan latar belakang pemandangan indah itu.
Keesokan paginya, kami harus sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami menuju ke desa kecil kampung halaman kakek saya. Kami pergi kesana dalam rangka berziarah ke makam kedua orangtua dari ibu saya yang telah wafat.
Selama perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah seperti persawahan, pegunungan, lembah, sungai dan lain-lain, namun yang paling membuat saya takjub adalah adanya belerang di daerah bukit-bukitnya, bahkan ada air terjun belerang juga.

Nah, karena kampung yang saya tuju berada di atas pegunungan, maka harus menempuh perjalanan lagi meski tidak terlalu jauh. Dapat melalalui kendaraan maupun berjalan kaki. Jalanannya setapak dan agak sempit jadinya hanya muat 1 mobil saja. Jalanannya tanjakan pula jadi menurut saya sangat beresiko apalagi di sisi kanan dan kiri adalah dataran rendah yang curam.
Begitu sudah sampai di kampung, disana ada beberapa rumah warga, tak terlalu banyak, hanya ada kurang lebih puluhan rumah saja. Rumah-rumahnya pun sederhana dan terkesan seperti memang di desa.
Setibanya disana, keluarga kami sudah ditunggu dan disambut oleh sanak saudara yang merupakan penduduk desa itu. Di sana sudah berjejer beraneka ragam makanan khas Batak termaksud b2 (babi) yang menjadi favorit semua orang. Kami semua pun makan-makan dengan lahap.


Ke esokan paginya, kami semua berangkat pergi menuju ke tempat pemakaman di desa. Kami berjalan kaki karena memang dekat saja jaraknya dari rumah. Tak lupa membawa karangan bunga yang segar untuk ditancap maupun ditaburi di atas tanah makam kedua nenek dan kakek saya. Sehabis menabur bunga kami pun tak lupa untuk berdoa syafaat kepada Tuhan mengungkapkan bahwa kami telah ikhlas atas kepergian kakek dan nenek kami serta berdoa mengucap syukur atas segala berkat yang telah Tuhan berikan kepada kami, sama saja seperti doa saat ibadah biasa.
Yang paling menarik menurut saya adalah pemandangan di sekeliling itu benar-benar luar biasa indahnya, bahkan awan pun dapat terlihat didepan mata sangking tingginya letak desa ini diatas gunung. Tak lupa saya dan saudara-saudara saya yang lainnya berfoto-foto ria. Saya memotret pemandangan sekitar dan saya juga selfie disana, bahkan saya sampai memotret puluhan kali. Tak lupa saya dan saudara-saudara saya juga berfoto bersama.


Keesokan harinya, kami sekeluarga turun ke kota untuk menuju ke kawasan danau toba di daerah Prapat. Perjalanan menuju kesana lumayan memakan waktu yang lama.
Sesampainya di hotel tempat kami menginap, saya dan saudara saya langsung berkeliling hotel dan melihat-lihat pemandangan sekitar danau toba yang berada dibelakang hotel. Yang paling tak dilupakan adalah tentu saja berrfoto-foto ria lagi sampai memori hp saya penuh juga. Bahkan saya dan saudara-saudara saya berenang di kawasan pinggir danau toba saat sore harinya.
Keesokan harinya lagi saya dan keluarga saya bermain jet-ski. Karena mengendarai jet-ski itu susah dan saya tak bisa, maka saudara saya yang cowok yang mengendarainya dan saya hanya duduk dibelakangnya. Ini benar-benar pengalaman pertama saya yang benar-benar menegangkan sekaligus mengasyikan.
Sesudah itu, kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami ke kota Siantar saat sore harinya.


THE END